Iklan

Kemlu RI Serukan Dialog dan Hormati Kedaulatan Usai Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS

Redaksi
Senin, 05 Januari 2026, Januari 05, 2026 WIB Last Updated 2026-01-04T20:52:53Z
masukkan script iklan disini

Jakarta, 5 Januari 2026 – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) di Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dan istrinya. Pemerintah menyerukan upaya de-eskalasi konflik dan dialog damai, serta menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan rakyat Venezuela.


Dalam pernyataannya di media sosial X, Kemlu RI menyatakan bahwa Indonesia terus memantau perkembangan secara saksama dan menekankan bahwa solusi atas ketegangan hanya dapat dicapai melalui cara damai serta menghormati hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Indonesia juga menegaskan pentingnya mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil dalam setiap langkah penyelesaian konflik.


Kemlu RI juga menghimbau seluruh pihak untuk menjaga ketentraman masyarakat dan tidak terpancing oleh situasi yang berpotensi memperburuk krisis. Pernyataan tersebut datang di tengah laporan internasional mengenai operasi militer AS yang dilancarkan di sejumlah wilayah Venezuela, termasuk ibu kota Caracas, setelah ketegangan antara Washington dan pemerintahan Maduro meningkat dalam beberapa bulan terakhir.


Selain itu, pernyataan resmi dari Kemlu RI menegaskan bahwa seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Venezuela dipastikan dalam kondisi aman dan terus dipantau melalui perwakilan Indonesia di Caracas. Pemerintah mengimbau agar WNI tetap tenang, waspada, dan menjaga komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia setempat.


Latar belakang kejadian ini bermula dari laporan serangan militer AS yang disebut sebagai “serangan skala besar” di Venezuela, yang dikonfirmasi oleh pemerintahan AS melalui media sosial Presiden Donald Trump. Trump menyatakan bahwa operasi tersebut juga menargetkan pemimpin Venezuela atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan transnasional, termasuk narkotika.


Reaksi internasional terhadap penangkapan Maduro beragam, dengan beberapa negara mengecam keras tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional, sementara yang lain menyerukan penyelesaian melalui proses politik dan dialog.


Sumber Berita

  • Pernyataan resmi Kemlu RI terkait penangkapan Nicolas Maduro oleh AS dan seruan dialog damai.
  • Laporan pemantauan situasi dan keselamatan WNI di Venezuela dari Kemlu RI.
  • Reaksi dunia atas serangan AS dan penangkapan Maduro.


Komentar

Tampilkan

Terkini